Nehemia 3-5

 

Tujuan Pengajaran

  1. Jemaat mengetahui perbedaan misi dan visi di dalam hidup orang percaya.
  2. Jemaat belajar tiga prinsip dasar dalam mencapai sebuah visi.
  3. Jemaat berkomitmen untuk menjalankan visi hidup dengan penuh kerelaan dan kesungguhan. Sekaligus bertekad untuk mengutamakan pemembangunan “manusia rohaninya” secara serius
  4. Jemaat berkomitmen untuk meneladani karakter Nehemia

 

Pendahuluan

Ajaklah jemaat untuk mensharingkan hasil studi mandiri dengan mempelajari doa Nehemia (Nehemia 1) dan doa Daniel (Daniel 9). Dalam hal apa saja doa mereka berdua mengalami kesamaan? Apakah hasil yang di dapat bagi situasi mereka? Pengalaman baru apa sajakah yang telah dipelajari selama seminggu ini?

Misi Nehemia sangat jelas yakni membangun kembali tembok Yerusalem yang telah menjadi reruntuhan dan olok-olokan. Tugas khusus dari Tuhan inilah yang menjadi visi Nehemia. Nehemia menyadari bahwa ia tidak dapat hanya seorang diri mengerjakan hal ini,  oleh karena itu ia membuat daftar siapa saja yang dapat menolongnya, membagikan visi pribadinya tersebut kepada orang-orang yang telah dipilihnya.

Pertanyaan diskusi:

  1. Apakah anda telah menemukan misi pribadi anda (review materi minggu lalu)? Apakah misi tersebut telah menjadi visi hidup (sesuatu yang anda kejar dan ingin capai) anda?
  2. Menurut pengalaman anda, siapakah tokoh yang dapat dijadikan teladan di dalam menangkap misi dari Allah dan menghidupi misi tersebut sebagai visi hidupnya?

 

Poin-Poin Pengajaran

  1. Bentuklah Sebuah Kelompok

Bacalah Nehemia 3

Ketika waktunya tiba, Nehemia mengungkapkan rencananya kepada orang-orang kunci dan pengerjaan tembok dan pintu gerbang segera dimulai. Dia mengorganisir dan membagi kelompok dengan sangat baik, setiap keluarga ditempatkan di tempat kerja yang berdekatan dengan rumah tinggalnya masing-masing.

Ketika Nehemia membagi pekerjaan dalam kelompok-kelompok, ia juga memberikan tanggung jawab dan kuasa khusus kepada para pemimpin kelompok. Meskipun demikian, mereka semua bukanlah para pembangun tembok profesional. Mereka adalah para imam, pembuat parfum, wanita, pengrajin emas, dll. Bagimana Nehemia membuat pekerjaan ini dapat terlaksana? Dalam bukunya yang berjudul Developing the Leaders Around You, John Maxwell mengatakan bahwa “Pemimpin menciptakan dan menginspirasi pemimpin baru dengan menanamkan iman di dalam kepemimpinannya dan menolong mereka untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan kepemimpinannya yang belum tergali.”

Pemimpin yang hebat mendorong dan memotivasi anak buahnya untuk menggali serta memaksimalkan kemampuan yang tidak disadari sebelumnya agar dapat menyelesaikan misinya dengan baik.

  1. Menurut pengalaman anda, apakah keuntungan dari bekerjasama dalam satu kelompok? Apakah anda punya pengalaman bekerja sama dalam kelompok? Bagikanlah!
  2. Ada yang mengatakan bahwa “Tuhan tidak bertanya kepada kita tentang apa yang kita bisa atau tidak kita bisa, melainkam apakah kita bersedia dipakai-Nya.” Menurut anda apakah pernyataan ini benar atau salah? Mengapa demikian?

 

  1. Buatlah Prioritas Kerja

Bacalah Nehemia 7:1-3

Pada pasal tujuh, setelah tembok selesai dibangun kembali, Nehemia menunjuk banyak orang untuk menduduki berbagai macam posisi dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Nehemia mengangkat penunggu pintu gerbang, penyanyi, orang Lewi, pengawas. Nehemia juga menginstruksikan agar kapan pintu gerbang Yerusalem harus dibuka atau ditutup, dll.

Prioritas seperti apakah yang anda buat saat ini — proses seperti apakah yang anda tempuh agar dapat mengutamakan yang paling utama?

Sebagai pemimpin, Nehemia menyadari bahwa ia tidak dapat menyelesaikan misi dari Tuhan hanya seorang diri saja. Oleh karena itu, ia mencari bala bantuan dari banyak pihak. Tim kerja Nehemia bersehati dan bersepakat untuk mewujudkan visi Nehemia, dan firman Tuhan mencatat bahwa hanya dalam 52 hari tembok Yerusalem selesai dibangun.

Menurut anda, bagaimanakah cara berkomunikasi yang baik sehingga dapat mengkomunikasikan prioritas hidup anda sebagai seorang pemimpin, sehingga para pengikut dapat mengerti dan termotivasi?

 

  1. Jaga Keseimbangan

Sekali pekerjaan pembangunan tembok Yerusalem dimulai, Nehemia mempunyai tanggung jawab untuk mendukung visi — mendukungnya hingga visi tersebut terselesaikan. Karakter yang besar merupakan salah satu elemen penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar beroleh kesuksesan. Seorang pemimpin besar, adalah seorang yang memiliki karakter yang besar. John Maxwel mengatakan bahwa seorang pemimpin haruslah digerakkan oleh karakter (be character-driven), dan bukan oleh emosi atau perasaannya (mau mengerjakan jika menyenangkan), dan berkomitmen pada prinsip-prinsip dan tindakan yang telah disepakati. Berikut beberapa kualitas karakter yang dimiliki oleh Nehemia.

  • Seorang pemimpin memiliki emosi. Bacalah Nehemia 4:1-5. Nehemia meresponi setiap olokan dan cacian dengan berdoa, bukan membalasnya. Seorang pemimpin yang digerakkan oleh emosinya tentulah akan berreaksi karena hal ini sangat merusak popularitas dan kenyamanan perasaannya. Akan tetapi seorang pemimpin yang digerakkan oleh karakter seperti Nehemia, membawa semua permasalahan tersebut kepada Tuhan dan tetap tenang. C. Gene Wilkes berkata bahwa seorang pemimpin “harus tetap nyaman dengan bagaimana cara orang lain meresponi keputusan yang telah ia buat.”
  • Bagaimanakah reaksi anda ketika dilukai oleh orang lain? Apakah anda cenderung menyenangkan orang ataukah justru bersedia mengorbankan popularitas demi terselesaikan misi anda? Jelaskan!
  • Seorang pemimpin selalu waspada dan bukan penakut. Bacalah Nehemia 4:12-23. Pengerjaan pembangunan tembok terus menerus mendapat perlawanan. Meskipun demikian Nehemia tetap fokus kepada visinya dan bukan kepada penghalang atau pengacau yang ada.
  • Situasi seperti apakah dalam pelayanan atau pekerjaan anda yang membuat anda merasa takut?
  • Langkah-langkah seperti apakah yang anda lakukan untuk mengatasi perasaan tersebut?
  • Seorang pemimpin tidak akan membiarkan masalah yang ada semakin memburuk. Bacalah Nehemia 5:1-13. Nehemia menyaksikan penindasan yang sedang terjadi pada rakyatnya dan segera berdiri ditengah-tengah mereka. Ia segera mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan diantara mereka.
  • Seorang pemimpin tidak menempatkan dirinya di atas orang lain hingga sukar disentuh. Bacalah Nehemia 5:16-19. Nehemia memposisikan diri sejajar dengan rakyatnya, dan hal ini justru meningkatkan kredibilitasnya dihadapan rakyatnya. Nehemia tidak menuntut pengistimewaan, namun menyamakan diri dengan rakyatnya. Pemimpin yang besar sangat peduli akan misinya ketimbang posisinya.
  • Seorang pemimpin mendisiplin diri. Seorang pemimpin mendengarkan suara Tuhan dengan cara meningkatkan kepekaan hatinya melalui disiplin rohani. Nehemia mengkondisikan hatinya untuk selalu siap sedia menerima pewahyuan baru dari Tuhan serta mentaatinya (Nehemia 7:5). Melaluhi Kitab Nehemia, kita menemukan pola hidup seorang pemimpin besar yakni berdoa, membaca firman Tuhan, dan penyembahan. Seorang pemimpin tidak boleh terlalu sibuk sehingga melupakan disiplin rohaninya. Agar dapat memimpin dan membimbing sesama bertumbuh, maka kita sebagai seorang pemimpin harus terlebih dahulu mengenyangkan rohani kita dengan makan makanan rohani.
  • Disiplin rohani apa sajakah yang sering anda lakukan untuk mengasah kepekaan hati anda kepada Tuhan? Apakah disiplin rohani (saat teduh, puasa, persembahan, bersekutu, menyembah, berdoa, melayani, dll) mempengaruhi kualitas pelayanan anda?

 

Aktifitas

  1. Pelajarilah secara mandiri 1 Korintus 3 dan bandingkanlah prinsip-prinsip dalam Perjajian Baru ini dengan cara Nehemia mempimpin kelompoknya. Prinsip-prinsip apa sajakah yang dikemukakan oleh Paulus perihal kepemimpinan? Bandingkan dan kontraskan proyek pembangunan Nehemia dengan proyek pembangunan yang Paulus jelaskan.
  2. Pelajarilah kisah Raja Yosia dalam 2 Raja-raja 22-23 atau 2 Tawarikh 34-35. Tuliskanlah karakter apa saja yang dimiliki oleh Raja Yosia. Apakah peranan karakter tersebut dalam upaya membawa umat kembali kepada Tuhan? Disiplin rohani seperti apakah yang mempengaruhi kehidupan Raja Yosia? Bagaimana jika kebiasaan tersebut dibandingkan dengan Kebiasaan Nehemia?