Nehemia 12:27, 40, 43; 13:1-31

 

Tujuan Pengajaran

  1. Jemaat menyadari pentingnya bersyukur dan merayakan kemurahan Tuhan disetiap usaha/pekerjaan yang dijakaninya.
  2. Jemaat bersedia untuk membaktikan semua pencapaiannya bagi puji dan hormat nama Tuhan.
  3. Jemaat menyadari pentingnya mengevakuasi diri bagi misi selanjutnya

 

Pendahuluan

  1. Ajaklah setiap anggota komsel untuk melakukan review dan mensharingkan hasil dari studi mandiri berkaitan dengan keteladanan Yesus dalam menghadapi penolakan dan teror.
  2. Sharingkan prinsip-prinsip apa yang telah anda temukan serta komitmen apa saja yang telah dibuat.
  3. Oswald Chambers berkata, “Penyembahan adalah memberikan yang terbaik kepada Tuhan dengan pemberian terbaik-Nya.” Menurut anda, apakah penyembahan itu?
  4. Apakah penyembahan itu ada kaitannya dengan ucapan syukur? Mengapa demikian?

 

Poin-Poin Pengajaran

  1. Bersama Merayakan dan Menyembah Tuhan

Nehemia mengakhiri proses pembangunan kembali tembok Yerusalem dengan menyelenggarakan ibadah syukur secara meriah. Mereka secara besar-besaran memuji kebesaran Tuhan yang telah menolong dan menyertai dalam proses pembangunan kembali tembok Yerusalem. Dalam ibadah syukur tersebut mereka tak lupa berdoa memohon pengampunan dosa, mengingat pimpinan dan penyertaan Tuhan, serta mengingat kasih setia dan kemurahan Tuhan dalam hidup mereka.

Begitupun dengan kehidupan seorang pemimpin. Seorang pemimpin hendaklah memiliki waktu yang cukup untuk merayakan dan memuji Tuhan atas setiap pencapaiannya. Bukan hanya pencapaian yang beasar namun juga dalam hal-hal yang dianggap sederhana, karena sesungguhnya pencapaian teraebut terjadi oleh karena anugerah-Nya.

Pujian sejati seperti yang dilakukan oleh Nehemian dan bangsa Israel, haruslah menjadi gaya hidup setiap pemimpin. Pujian yang lahir dari sebuah disiplin rohani yang sangat ketat. Pujian yang mengalir begitu indah karena Dia sumber keindahan tersebut telah terlebih dahulu masuk dan mengubahkan hidup kita.

Bacalah Nehemia 12:27, 40, 43.

  1. Pernahkah anda menyelenggarakan atau mengikuti suatu perayaan yang dikenal banyak orang atau termasyur sampai kemana-mana? Mengapa perayaan tersebut begitu terkenal?
  2. Bagaimanakah cara anda memuji kasih setia dan kemurahan Tuhan dalam keseharian hidup anda? Sharingkanlah cara-cara anda dalam memuji Tuhan!
  3. Apakah rencana anda selanjutnya ketika Tuhan sudah memberi keberhasilan kepada rencana anda?

Aktifitas Pilihan: Ajak anggota komsel untuk menceriterakan keberhasilannya dan rencanakan sebuah event untuk merayakan keberhasilan tersebut. Misalnya dengan mengadakan perjamuan kasih dalam pertemuan komsel selanjutnya, rekreasi bersama, olah raga bersama, dll.

 

  1. Rekomitmen dan Mempersembahkan Semua Karya bagi Kemuliaan Tuhan

Diakhir ibadah syukur mereka, umat Israel membuat janji lagi kepada Tuhan – melakukan rekomitmen kepada Tuhan. Mereka mengikrarkan kembali kesetiaannya kepada Tuhan dan mendokumentasikan ikrar kesetiaan tersebut. Seringkali ibadah syukur dapat menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk melakukan rekomitmen kepada Tuhan, ketimbang ketika kita sedang dalam kesusahan.

Sebagaimana Nehemia mendedikasikan karyanya untuk kemuliaan Tuhan (Neh. 12:27), begitupun hendaknya semua pencapaian pribadi maupun kelompok atau organisasi (misal. Gereja) juga didedikasikaj bagi kemuliaan Tuhan. Dengan merayakan dan mendedikasikan keberhasilan (misal. Berhasil menyelesaikan tugas, program terlaksana, pembangunan berhasil, dll), kita ditolong untuk mengingat kembali campur tangan Tuhan dibalik berbagai keberhasilan tersebut.

Ketika umat Israel menaikkan ibadah syukur atas terselesaikannya pembangunan kembali tembok Yerusalem, mereka membawa serta berbagai persembahan syukur, persepuluhan, dll. Sebagai bentuk ekspresi syukur kepada Tuhan. Pola yang sama sesungguhnya dapat kita tiru bagi konteks kita saat ini, ketika kita datang kepada Tuhan. Misalnya ketika kita beribadah, kita membawa persembahan, persembahan syukur, persepuluhan dll.

  1. Berikanlah salah satu contoh praktis tentang rekomitmen yang pernah anda lakukan di hadapan Tuhan setelah Tuhan menolong anda mencapai sesuatu!
  2. Bagaimana cara anda mengekspresikan syukur tersebut? Apakah anda juga melakukan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Israel dengan memberi persembahan dan persepuluhan?

 

  1. Terus Menjalankan Misi sambil Terus Menyelaraskan Diri dengan Firman Tuhan

Seorang pemimpin tidak akan berhenti dengan telah terselesaikannya misi yang ia emban. Seorang pemimpin hendaklah seorang yang terus melangkah maju dengan target-target baru dan senantiasa bertumbuh menjadi dewasa di dalam pelayanan. Namun disaat yang sama ia juga harus bertumbuh di dalam mengasuh dan merawat pertumbuhan atau pencapaian yang telah terjadi.

Inilah yang dilakukan oleh Nehemia. Setelah pembangunan selesai, Nehemia kembali ke Babel dan menjadi pelayan raja (Neh. 13:6).  Meskipun demikian, ia tidak meninggalkan dan melupakan apa yang telah dikerjakannya. Ia masih mengawasi dan memperhatikan, meskipun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Mereka kembali menyembah berhala dan hal itu sangat mengesalkan hati Nehemia.

Bacalah Nehemia 13:1-19

Ketika Nehemia mendapati bahwa Elyasib imam besar telah bersekutu dengan musuh yakni Tobia, maka Nehemia menjadi sangat marah dan melemparkan perbendaharaan berhala keluar dari rumah Tuhan. Nehemia memerintahkan agar ruangan tersebut disucikan kembali. Dia mengembalikan fungsi ruangan tersebut untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Dari sini kita belajar bahwa seorang pemimpin harus tetap berwaspada dan berawas-awas dengan apa yang telah dicapai dan dibangun. Seorang pemimpin akan segera melakukan restorasi dan perbaikan manakala mendapati pengaruh dunia atau ajaran yang tidak sesuai firman Tuhan telah masuk dalam organisasinya. Seorang pelayan yang sukses, sepertihalnya seorang pemimpin yang digerakkan oleh karakternya, yaitu bertekun menjalankan prinsip firman Tuhan tanpa kompromi.

Menurut pengamatan anda, adakah hal dalam gereja kita yang perlu diperbaiki atau direstorasi agar semakin sesuai dengan firman Tuhan? Jika ada, apakah usul saran anda dalam merestorasi atau memperbaikinya?

 

Bacalah Nehemia 13:20-29

Ketika Nehemia mengetahui bahwa para imam tidak mendapatkan support bagi kehidupannya oleh karena telah terjadi pelanggaran terhadap hukum Sabat. Nehemia menjadi sangat marah dan menegur para pemimpin. Meresponi hal tersebut, Nehemia membuat keputusan baru — pintu gerbang ditutup pada hari Sabat.

Begitu pula dalam hal penyimpangan pernikahan dan permasalahan sosial lainnya, Nehemia menjadi sangat marah dan melakukan tindakan tegas (Neh. 13:25). Apa yang dapat kita pelajari dari perilaku Nehemia? Satu hal yang dapat kita pelajari sebagai seorang pemimpin adalah tidak berkompromi dengan dosa (perilaku dosa).

  1. Sebagai seorang pemimpin, apakah yang membuat anda enggan menegur perilaku salah atau dosa?
  2. Menurut anda, bagaimana cara yang efektif dalam menegur dosa? Bagaimana jika tidak mau ditegur?

 

  1. Seorang Pemimpin akan Melahirkan Pemimpin Baru.

Bacalah Nehemia 13:30-31

Nehemia memilih dan menetapkan pemimpin dan memberi mereka tanggung jawab. Nehemia juga memastikan bahwa para pemimpin tersebut mengerti yang ia maksudkan. Ia juga memberikan berbagai macam dukungan agar para pemimpin yang telah ia tujuk tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Sebagai seorang pemimpin, Nehemia terus berbagi tanggung jawab dan juga memperlengkapi pemimpin baru supaya dapat bekerja dengan maksimal.

  1. Bagaimana cara anda memperlengkapi dan melatih pemimpjn baru dalam rumah, kantor atau dalam pelayanan?
  2. Apakah hal itu dilakukan secara berkesinambungan ataukah hanya sesekali saja?
  3. Apa yang dilakukan oleh Nehmia dan umat Israel dalam Nehemia 10 yakni membuat pakta integritas (menandatangani ikrar setia) sangat menolong suksesnya pembangunan tembok Yerusalem. Dengan menuliskan apa yang menjadi ikrar setia mereka, menjadi sara yang efektif untuk melakukan proses akuntabilitas (meminta pertanggungan jawab).
  4. Apakah yang akan anda lakukan untuk membangun akuntabilitas dalam keluarga, pelayanan dan pekerjaan anda?
  5. Apakah anda memiliki mentor atau pribadi yang menjadi tempat anda mencurahkan isi hati? Bagaimana cara mereka menolong anda?

 

Aktifitas

  1. Setiap anggota komsel sepanjang minggu ini melakukan perenungan pribadi. Bacalah Nehemia 8-12; Keluaran 15 dan Yosua 4. Selanjutnya jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
  2. Dari perbandingan cara mereka melakukan ibadah syukur, pelajaran apakah yang ada dapatkan dari Kel. 15 dan Yos. 4 dengan salah satu cara Nehemia dalam melakukan ibadah syukur?
  3. Apakah maksud Yosua mendirikan Tugu peringatan?
  4. Mengapa mengingat kasih setia Tuhan menjadi hal yang sangat penting di ketiga bacaan tersebut?
  5. Apakah mengingat kasih setia Tuhan juga hal yang sangat penting bagi anda? Mengapa demikian?
  6. Setelah mempelajari ketiga bagian tersebut, menurut anda apakah ibadah bersama itu sesuatu yang sangat penting? Apakah rencana anda selanjutnya?