Nehemia berasal dari bahasa Ibrani (Nehemyah) yang berarti “kesenangan dari Allah (Yahovah).” Ia seorang juru minuman raja yang bertugas di istana raja Persia. Ia memimpin perjalanan Israel kembali ke Yerusalem setelah pembuangan di Babilonia yang ketiga dan terakhir. Visi dan beban Nehemia adalah pembangunan kembali tembok Jerusalem sebagai lambang kekuatan politik di Israel. Selain itu, ia terbeban memulihkan kesejahteraan orang-orang yang masih tertinggal dan dalam kesusuhan besar di Jerusalem.

Setelah memperoleh ijin raja Artahsasta, Nehemia kembali ke tanah air dan menantang orang Israel untuk bangkit dan membangun kembali tembok Jerusalem. Perjalanan pembangunan menghadapi banyak tantangan, baik dari dalam maupun dari luar, namun tugas ini diselesaikan selama 52 hari karena pertolongan tangan Allah yang kuat. Tanggung-jawab Nehemia yang tidak ringan dalam melaksanakan pembangunan tembok Jerusalem justru memperbaharui rohani umat Allah.

Secara umum Kitab Nehemia dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama, Neh 1-7:73: pembangunan tembok Jerusalem (pembangunan fisik). Neh 1:1-2:20: persiapan pembangunan tembok dan Neh 3:1-7:73: masa pembangunan tembok Jerusalem. Neh 4:1-7:12 bagian ini menjelaskan datangnya berbagai oposisi, namun pembangunan terus berjalan.

Bagian kedua, Neh 8:1-13:31: pembaharuan Israel umat Allah (pembangunan rohani). Neh 8:1-10:39: pembaharuan terhadap janji Allah dan Neh 11:1-13:31: ketaatan terhadap Firman Allah.

Komsel kita akan mempelajari enam topic berkaitan dengan pola kepeimpinan Nehemia dengan harapan topic ini dapat kita adopsi dalam kepemimpian dalam rumah tangga, gereja, kelompok atau dimanapun Tuhan mengutus dan menempatkan kita. Topik pelajaran komsel ini antara lain:

  1. Persiapan Sebelum Menjalankan Misi (Nehemia 1-2)
  2. Berbagi dan Mendukung Visi (Nehemia 3-5)
  3. Mengelola Konflik (Nehemia 3:3-5; 4:1-11; 6:1-16)
  4. Merayakan Keberhasilan dan Bersiap bagi Misi Selanjutnya (Nehemia 12:27, 40, 43; 13:1-31)
  5. Kualitas Pemimpin dalam Doa (Nehemia 2:1-10)
  6. Kualitas Pemimpin dalam Mengatasi Problem Pribadi (Nehemia 6:1-19)